Real Madrid Lemah tanpa Ronaldo

Klub sepakbola Real Madrid sekarang ini mau tidak mau harus telah kekalahan menyakitkan dalam matchday kedua Grup G Liga Champions 2018/19. Menjalani laga ke markas CSKA Moscow, Madrid harus kalah dengan skor tipis yakni 0-1. CSKA juga berhasil memperlihatkan penampilan yang jauh lebih baik didepan fansnya sendiri.
Kekalahan ini juga menabmbah penampilan buruk yang dicatatkan oleh Los Blancos. Pada tiga pertandingan terakhir, Madrid memang terlihat sulit untuk mendapatkan kemenangan, bahkan klub Madrid ini gagal untuk membobol gol. Dimulai dari kekalahan vs Sevilla 0-3), seri 0-0 vs Atletico Madrid dan sekarang ini harus kalah dari CSKA Moscow 0-1.
Catatan buruk yang mereka dapatkan itu tidak akan pernah terjadi pada saat pemain top dunia Cristiano Ronaldo masih memperkuat skuad Real Madrid. Dan sekarang ini, Madrid memang sedang berupaya untuk menatap babak baru tanpa adanya mesin gol mereka, Julen Lopetegui sekarang ini sedang dihadapkan dengan tugas berat.
Dan yang terakhir kali skuad Madrid menjalani tiga laga dengan tanpa membobol gol terjadi pada musim 2006/07 dalam musim kedua Fabio Capello. Dan yan tak terbayangkan ini walaupun begitu Madrid tetap sukses mendapatkan juara La Liga.
Pada musim tersebut juga dimulai dengan buruk dan tanpa adanya bobolan gol dari Madrid juga dimulai dari kalah dengan skor 0-3 dari Recreativo Huelva di 20 Desember, laga terakhir dalam tahun kalender itu. Dan kemudian, awal tahun 2007 memang sudah berjalan lebih buruk untuk Madrid yang takluk 0-2 dari Deportivo. Tanpa adanya gol mereka juga diakhiri dengan skor 0-0 dengan Real Betis.
Kekalahan dengan skor 0-1 dari CSKA Moscow itu juga adalah laga pertama dari 29 laga terakhir dimana Real Madrid gagal untuk membobol gol. Terakhir kali pemain Luka Modric dkk. gagal untuk membobol gol pada waktu mereka mendapatkan hasil seri 0-0 vs Manchester City di musim Madrid mendapatkan trofi kesebelas Liga Champions

Paulo Dybala Sukses Buat hattrick

Paulo Dybala sukses membukukan namanya dalam sejarah dari klub sepakbola Juventus pada waktu dirinya membobol hattrick alias trigol ke gawang Young Boys (3-0) dalam matchday kedua Grup H Liga Champions 2018/19. Ketiga gol yang berhasil didapatkan oleh Juve ini juga dibobol Dybala pada menit ke-5, 33 dan 69.
Dybala mengungkapkan jika dirinya benar-benar merasa bahagia lantaran ini merupakan trigol pertama dirinya dalam Liga Champions. Ia juga sukses masuk sebagai pemain keempat Juventus yang sukses membobol hattrick alias trigol di Liga Champions. Sebelum ini juga terdapat nama yang seperti Pippo Inzaghi, Del Piero dan Arturo Vidal.
Walau begitu Paulo Dybala mengungkapkan jika laga yang mereka jalani ini tak mudah. Ia mengungkapkan jika tidak ada pertandingan yang mudah dalam Liga Champions, Juve juga harus bersusah payah agar mereka bisa menaklukan Young Boys. Skor 3-0 tak memperlihatkan perjuangan keras dari para pemain Juve di lapangan.
Menurut Dybala, sampai dengan sekarang ini musim 2018/19 berjalan dengan baik untuk dia dan skuadnya. Ia sukses mempertahankan stabilitas dari gol bila kita bandingkan dengan penampilannya pada musim silam. Dybala juga sangat berharap akan dapat terus memperoleh peluang untuk bermain dan membobol gol untuk mengantarkan Juventus mendapatkan kesuksesan dalam sisa musim ini.
“Dan sudah pasti seorang pemain sepakbola memang selalu ingin bisa untuk turun dalam laga. Di musim lalu saya memang kebalikan dari ini (dari musim ini), saya sudah berhasil memulai dengan banyak gol dan juga sedikit kehilangan arah,” ungkap Paulo Dybala.
“Tak menerima peluang untuk main juga telah membuat saya terus bekerja keras dan kembali untuk menjadi terbaik dari saya, oleh karenanya saya mengambil keuntungan sepenuhnya dari hal tersebut.”

Tottenham Hotspur Menang Kala vs Huddersfield Town

Tottenham Hotspur yang menjalani kompetisi tandang ke kandang Huddersfield Town pada minggu ketujuh Premier League. Spurs berhasil memenangi kompetisi dengan selisih gol 2-0 pada kompetisi ini melalui torehan dua gol dari Harry Kane.
Kompetisi yang digelar di John Smith’s Stadium berlangsung dengan sangat ketat pada babak pertama pertadningan. Berdasarkan catatan dari Whoscored, Huddersfield berhasil meraih keunggulan dalam penguasaan bola sebesar 51% dan berbanding 49% di periode itu.
Namun, Spurs sanggup untuk mencetak dua gol pada babak pertama. Gol yang berhasil ditorehkan oleh Harry Kane di menit ke-25 melalui gol sundulan dengan meneruskan umpan silang yang dilakukan Kieran Trippier.
Spurs memperoleh hadiah penalti pada menit ke-34. Kane, yang maju menjadi sang eksekutor sukses mengitimkan gol dalam membawa Spurs berhasil meraih keunggulan dengan perolehan skor 2-0. Skor itu berhasil bertahan hingga jeda turun minum.
Huddersfield yang berhasil mendominasi pertandingan pada babak kedua dengan menguasai bola sebesar 55%. Sebagai tim tuan rumah juga sanggup mengirimkan sebanyak enam tembakan, akan tetapi tidak terdapat gol yang berhasil disarangkan ke dalam gawang.
Spurs walau memiliki penguasaan bola sebesar 45% pada babak kedua sukses menorehkan sebanyak lima sepakan. Namun, tidak terdapat gol juga yang ditorehkan.
Pertandingan babak kedua akhirnya berakhir dengan perolehan skor 2-0 dalam kemenangan Spurs. Tim didikan pelatih Mauricio Pochettino sekarang menghuni di peringkat keempat dengan perolehan sebanyak 15 poin. Huddersfield masih tetap menghuni di posisi dasar klasemen dengan perolehan dua poin.

Masa Kelabu Bagi Manchester United

Satu pekan terakhir menjadi pekan yang tidak menyenangkan bagi Manchester United. Setan Merah tengah berada jauh dari kemenangan dan memperoleh sejumlah hasil negatif.
MU yang sebetulnya sempat memperoleh periode oke usai menorehkan tiga kemenangan secara beruntun pada seluruh ajang pertandingan yang dijalani. Romelu Lukaku dengan rekan setimnya secara beruntun menyingkirkan tim Burnley, Watford, dan Young Boys.
Setelah memperoleh tiga kemenangan secara beruntun, yang seluru kemenangan diperoleh pada kompetisi tandang, MU memiliki tekad untuk meraih kemenangan pada kompetisi selanjutnya ketika mereka jalani kompetisi menjamu Wolverhampton Wanderers. Lebihnya lagi MU sudah cukup lama tidak meraih kemenangan di Old Trafford usai singkirkan Leicester City pada pekan perdana.
Akan tetapi, MU malah tersandung. Melawan Wolves pada pekan keenam Liga Inggris, di Sabtu (22/9), MU berakhir dengan skor seri 1-1.
Tiga hari setelah itu, Selasa (25/9), MU memperoleh peluang kembali bangkit. Tim didikan Jose Mourinho tersebut melawan tim Divisi Championship, Derby County, pada babak ketiga ajang pertandingan Piala Liga Inggris.
Dengan sempat mengawali kompetisi dengan hasil oke setelah unggul cepat melalui torehan gol Juan Mata, MU setelah itu malah balik tertinggal 1-2. Gol torehan Marouane Fellaini pada masa injury time setelah itu memaksa kompetisi mesti diakhiri dengan adu penalti.
Gol Fellaini itu ternyata cuma berhasil menyelamatkan MU dalam waktu sementara. Pada babak adu penalti, MU mengalami kekalahan 7-8 dan terlempar dari ajang Piala Liga Inggris.
Yang gagal meraih kemenangan pada dua kompetisi beruntun, MU setelah itu mengusung misi bangkit ketika komptisi tandang ke kendang West Ham United pada pekan ketujuh Liga Inggris, di Sabtu (29/9/2018) malam WIB. Akan tetapi, nasib MU malah berakhir tragis.
Dengan menjalani kompetisi di London Stadium, MU telah kejebol ketika kompetisi baru berlansung lima menit dan sudah tertinggal 0-2 pada babak pertama. Walau sempat mengejar ketertinggalan, MU akhirnya mengalami kekalahan dengan perolehan skor 1-3.
Pekan MU kian memburuk dengan perdebatan antar Jose Mourinho dan Paul Pogba. Keduanya tampak tengah berdebat pada sebuah sesi latihan.
Akibat kekalahan ketika kontra West Ham, MU menjalani start terburuknya pada 29 tahun terakhir. Mereka baru berhasil memperoleh 10 poin dari tujuh kompetisi dan kini menghuni di posisi ke-10.

Gol Aleksandar Kolarov Masuk Dalam List Langka

Aleksandar Kolarov berhasil menorehkan satu gol ketika AS Roma berhasil kalahkan Lazio pada pertandingan laga Derby della Capitale. Melalui torehan golnya itu, Kolarov berhasil menorehkan sebuah catatan langka.
Roma yang berhasil menjadi sang pemenang pada kompetisi laga Derby della Capitale di pekan ketujuh ajang pertandingan Liga Italia. Pada kompetisi yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, pada hari Sabtu (29/9/2018) malam WIB, I Lupi berhasil membantai tim rivalnya dengan torehan skor 3-1.
Salah satu gol Roma dijebolkan oleh Kolarov. Pemain bek internasional Serbia tersebut menorehkan gol melalui sebuah tendangan bebas pada kompetisi menit ke-71 guna dalam mengembalikan keunggulan Roma.
Torehan gol tersebut, berhasil membuat Kolarov masuk ke list langka pemain yang pernah menorehkan gol kepada Lazio dan Roma pada kompetisi Derby della Capitale di ajang Serie A. Kolarov berhasil menjadi pemain kedua yang membuat catatan itu usai pemain Arne Selmosson.
Kolarov memang pernah membela Lazio di tahun 2007-2010. Dirinya menorehkan gol ke gawang Roma di bulan April 2009 dalam membantu Lazio meraih kemenangan perolehan skor 4-2.
“Hal tersebut terjadi di tahun 1958. Ini tidak selama 60 tahun,” papar Kolarov mengenai catatannya itu yang sebagaimana dilansir dari situs resmi klub.
“Saya kerap mencoba untuk melakukan yang terbaik. Saya mengetahui jika saya dapat menorehkan gol untuk Roma di derby dan saya merasa sangat gembira telah melakukannya.”
Ini menjadi kemenangan kedua yang ditorehkan Roma secara beruntun setelah sempat mengalami kekalahan pada tiga kompetisi secara beruntun. Roma pun berusaha mengembalikkan keadaan pada kedudukannya di klasemen dengan menghuni di posisi ke-enam dengan perolehan 11 poin.
“Kami seharusnya dapat kalahkan Bologna dan Chievo. Mungkin kami memerlukan kejutan singkat dan menyengat semacam itu supaya kami dapat kembali bangkit dan meraih kemenangan kontra Lazio,” ucap Kolarov.

Cristiano Ronaldo Akan Ikut Dalam Kompetisi vs MU

Dengan sanksi pemberikan kartu merah di kompetisi kontra Valencia, Cristiano Ronaldo memperoleh sanksi larangan bermain sebanyak satu kompetisi. Hal tersebut mengartikan Ronaldo dapat ikut serta dalam kompetisi kontra Manchester United.
Ronaldo yang dihadiahkan kartu merah ketika Juventus bertandang ke kandang Valencia pada kompetisi matchday 1 Grup H Liga Champions di tanggal 19 September kemarin. Pemain berkebangsaan Portugal tersebut memperoleh kartu merah langsung setelah diirnya terlibat dalam sebuah perdebatan dengan Jeison Murillo.
Pada hari Kamis (27/9/2018), UEFA memberikan pengumuman tentang keputusannya mengenai sanksi kepada Ronaldo. Ronaldo yang disanksilarangan bertanding pada satu kompetisi.
Hal tersebut mengartikan jika Ronaldo bakall menepis ketika Juventus melawan Young Boys di kandang sendiri pada matchday 2 pada 2 Oktober.
Dengan diberikan sanksi larangan bermain pada satu kompetisi, Ronaldo pun dapat melakoni kompetisi reuni dengan Manchester United. Setelah melawan Young Boys, Bianconeri bakal menjalani dua kompetisi beruntun kontra MU.
Ronaldo dengan Juventus bakal terlebih dahulu jalani kompetisi tandang ke Old Trafford di tanggal 23 Oktober. Mereka bakal secatra bergantian menjadi tuan rumah di matchday 4 pada 7 November.
Semenjak dirinya pergi dari Old Trafford di tahun 2009, Ronaldo telah bermain kontra MU sebanyak tiga kali. Dua di antara dari kompetisi itu dilangsungkan pada babak 16 besar Liga Champions 2012/2013 ketika Real Madrid berhadapan dengan MU.
Pada kali keduanya pertemuan itu, Ronaldo berhasil menorehkan gol pada masing-masing leg guna dalam membantu Madrid mengalahkan MU. Satu lagi kompetisi dilangsungkan di ajang Piala Super UEFA 2017 yang sebagaimana Ronaldo masuk menjadi pemain pengganti pada menit-menit akhir kompetisi.

Babak Pertama Chelsea vs Liverpool

Chelsea yang mengakiri babak pertama kompetisi melawan Liverpool pada posisi berhasil unggul 1-0. Eden Hazard berhasil membuat The Blues menjadi pemimpin di Stamford Bridge, pada pertandingan yang digelar di hari Sabtu (29/9/2018).
Jalannya Pertandingan
Kedua tim mengawali kompetisi dengan tempo tinggi. Liverpool yang berhasil memberikan sejumlah ancaman lewat pemain Mohamed Salah pada kompetisi menit kelima ketika merebut bola liar. Namun, sepakannya itu terlalu lemah dan mengarah ke arah Kepa Arrizabalaga.
Salah yang lagi-lagi memberikan ancaman pada selang waktu lima menit. Dengan meneruskan umpan dari Trent Alexander-Arnold, Salah berhasil melewati pemain Jorginho dan Kante dan mengirimkan tembakan. Usahanya itu masih melambung.
Chelsea memberikan respons pada pertandingan menit ke-22. Umpan panjang yang diberikan oleh David Luiz dilanjutkan Willian pada belakang garis pertahanan Liverpool. Namun, sepakannya itu dapat digagalkan Alisson Becker.
Berselang tiga menit, Chelsea berhasil meraih keunggulan. Dengan membangun serangan dengan mengesanan yang dikirim dari tengah, Mateo Kovacic mengirimkan Hazard pada sisi kiri dengan umpan terobosan. Hazard yang sangat tenang mengelabui Alisson melalui sepakan mendatar ke pojok kanan bawah gawang.
Liverpool memperoleh kesempatan pada pertandingan menit ke-32. Salah yang meneruskan umpan terobosan dan mengungguli Marcos Alonso. Striker Liverpool tersebut dapat mengelabui Kepa yang maju, namun sepakan kaki kanannya terlalu lemah dan akhirnya dihentikan Antonio Ruediger.
Hingga babak pertama berakhir, tidak ada torehkan gol lain yang berhasil disarangkan.

Niko Kovac: Lionel Messi Yang terbaik

Pelatih dari klub sepakbola Bayern Munchen Niko Kovac mengungkapkan jika Cristiano Ronaldo merupakan seorang pemain papan atas namun untuknya Lionel Messi tetap yang terbaik di dunia.
Ronaldo dan Messi memang telah lama memperoleh predikat yang menjadi pemain paling baik di dunia untuk sekarang ini. Tetapi demikian masih terdapat perdebatan berhubungan dengan siapa yang lebih baik dari kedua pemain top tersebut.
lantaran kedua pemain tersebut memang mempunyai kemampuan untuk mengantarkan skuad yang dibelanya iru mendapatkan gelar juara. Messi di Barcelona dan Ronaldo pada waktu masih berada di Real Madrid. Kedua pemain ini juga mempunyai koleksi trofi Ballon d’Or yang sama yaitu lima. Kovac yang kemudian dipertanyakan siapakah pemain terbaik di dunia untuk sekarang ini. Dan menurutnya Messi yang terbaik
“Tiap orang memang mempunyai selera yang masing-masing dan Anda akan mempunyai perdebatan dengan rasa,” papar Niko Kovac.
“dan yang pastinya, pemain yang menyerang memperoleh perhatian lantaran mereka yang berhasil membobol gol, membobol gol yang bagus dan hal tersebut merupakan momen yang tersisa dalam ingatan. Namun saya juga mempunyai harapan agar pemain lain yang tak ada didepan, yang masih memperlihatkan penampilan luar biasa untuk skuad atau negara mereka, memperoleh lebih banyak pengakuan.
“Saya harus mengungkapkan jika untuk saya Lionel Messi merupakan yang paling baik di dunia, yang demikian juga dengan beberapa tahun silam dan akan terus begitu pada masa yang akan datang,” sambungnya.
Walau begitu Niko Kovac juga memberikan pujian kepada Cristiano Ronaldo merupakan seorang pemain top. Dirinya juga mengatakan benar-benar terkesan dengan kerja keras pemain yang berasal dari Portugal tersebut dengan menjadikan dirinya pemain terbaik didunia dan tidak andalkan bakat semata.

Manchester United Harus Ingat Kenangan Pahit Lalu

Klub sepakbola Manchester United sekarang ini sedang bersiap untuk berhadapan dengan skuad yang berasal dari Swiss, Young Boys dalam laga pertama Grup H Liga Champions 2018/19. Dan pertandingan ini juga diperkirakan akan berjalan dengan sangat mudah untuk MU.
MU juga memang merupakan klub yang mempunyai kemampuan diatas Young Boys. Dan pada pertandingan ini juga merupakan pentandingan yang penting bagu MU agar mereka bisa menjaga kepercayaan diri tim. Sesudah mereka yang mendapatkan dua kekalahan beruntun di Premier League musim ini, MU harus bisa menjaga tren kemenangan dengan mengalahkan Young Boys.
Walaupun mempunyai kemampuan yang diatas Young Boys, Mourinho dan juga skuadnya ini diminta untuk tak meremehkan skuad Young Boys. Dan hal tersebut yang merupakan isi dari pesan yang disampaikan oleh Dimitar Berbatov, eks pemain MU.
Berbatov mengingatkan kembali skuad Manchester United yang dikalahkan oleh Midtjylland pada Liga Europa dua tahun lalu ketika mereka yang masih diasuh oleh Louis van Gaal. Beruntungnya MU masih berhasil untuk masuk sesudah mengembalikan keadaan di Old Trafford. Kesalahan ini sudah tidak dapat terulang ketika mereka berhadapan dengan Young Boys.
” Manchester United merupakan sebuah klub yang diungkapkan mempunyai kesempatan yang tinggi untuk menjuarai pertandingan ini namun ada baiknya jika mereka tidak remehkan Young Boys atau kita akan melihat kembali kekalahan mengecewakan 1-2 dari FC Midtjylland di 2015/16 Liga Europa,” papar Berbatov.
“memang ada kalanya raksasa sepak bola perlu dihajar. Saya kira mereka tak akan menerima kekalahan dan mereka memang mempunyai hal untuk menjadi favorit untuk menang namun pelajaran itu memang sangat wajib untuk diingat.”
“Kemenangan pertama dalam fase grup memang benar-benar penting, oleh karennya saya berharap jika mereka akan merasa pertandingan ini serius dan mendapatkan tiga poin untuk bangun kepercayaan diri untuk perjalanan mereka di Eropa,” tuntasnya.

Juventus Ingin Memboyong Kembali Paul Pogba

Bukanlah sebuah rahasia lagi kalau Juventus sangat berharap Paul Pogba kembali. Yang menjadi masalah, Bianconeri mesti melalui proses yang sulit agar dapat berkumpul lagi dengan Pogba. Akan tetapi, sejumlah media mengabarkan jika Juventus masih mempunyai kesempatan.
Juventus yang berkeinginan untuk memposisikan Cristiano Ronaldo dengan Pogba dalam satu tim. Hal tersebut yang menjadi alasan mereka sedang berusaha untuk kembali memboyong pemain yang mereka jual ke Manchester United di bursa transfer musim panas 2016 itu.
Keberadaan Ronaldo pastinya membuat Juventus mempunyai peluang untuk meraih kemenangan di kompetisi bergengsi pada musim 2018/2019. Hal tersebut yang menyebabkan Pogba berpikir untuk balik lagi ke Turin. Dan yang menjadi masalah, biaya transfer dari pemain berkebangsaan Prancis tersebut yang sangat tinggi akan menjadi halangan mereka.
Sebagaimana yang dilaporkan, walau berhasil memboyongnya dengan gratis, Juventus menjual Pogba ke Man.United dengan biaya transfer sebesar 105 juta euro. Pastinya, MU tidak mau merasa rugi kalau memang terpaksa untuk kembali melepas Pogba. Akan tetapi, terdapat satu cara yang dapat diambil Juventus dan memiliki kesempatan untuk menggoyahkan hati Jose Mourinho.
Cara itu ialah menempatkan Paulo Dybala ke dalam list bagian kesepakatan. Kalau Pogba berlabuh di Turin, Juventus mesti menjual Dybala ke Old Trafford. Kondisi yang tampak sekarang ini sudah mendukung hengkangnya Dybala dari Juventus.
Metode baru yang diberikan oleh manajer Massimiliano Allegri dengan berbarengan dengan kehadiran Ronaldo menyebabkan Dybala berada pada posisi tersudut. Sebagai bukti, baru satu kali pemain berkebangsaan Argentina tersebut diturunkan sebagai starter dari tiga kompetisi Serie A 2018/2019 yang dijalani.
Padahal, Dybala merupakan pemain yang mempunyai peranan besar pada beberapa tahun terakhir. Semenjak dirinya diboyong dari Palermo di musim panas 2015, dirinya telah menjebolkan 68 gol dan 25 assist dari 142 kompetisi yang dijalani.