Tottenham Hotspur Menang Kala vs Huddersfield Town

Tottenham Hotspur yang menjalani kompetisi tandang ke kandang Huddersfield Town pada minggu ketujuh Premier League. Spurs berhasil memenangi kompetisi dengan selisih gol 2-0 pada kompetisi ini melalui torehan dua gol dari Harry Kane.
Kompetisi yang digelar di John Smith’s Stadium berlangsung dengan sangat ketat pada babak pertama pertadningan. Berdasarkan catatan dari Whoscored, Huddersfield berhasil meraih keunggulan dalam penguasaan bola sebesar 51% dan berbanding 49% di periode itu.
Namun, Spurs sanggup untuk mencetak dua gol pada babak pertama. Gol yang berhasil ditorehkan oleh Harry Kane di menit ke-25 melalui gol sundulan dengan meneruskan umpan silang yang dilakukan Kieran Trippier.
Spurs memperoleh hadiah penalti pada menit ke-34. Kane, yang maju menjadi sang eksekutor sukses mengitimkan gol dalam membawa Spurs berhasil meraih keunggulan dengan perolehan skor 2-0. Skor itu berhasil bertahan hingga jeda turun minum.
Huddersfield yang berhasil mendominasi pertandingan pada babak kedua dengan menguasai bola sebesar 55%. Sebagai tim tuan rumah juga sanggup mengirimkan sebanyak enam tembakan, akan tetapi tidak terdapat gol yang berhasil disarangkan ke dalam gawang.
Spurs walau memiliki penguasaan bola sebesar 45% pada babak kedua sukses menorehkan sebanyak lima sepakan. Namun, tidak terdapat gol juga yang ditorehkan.
Pertandingan babak kedua akhirnya berakhir dengan perolehan skor 2-0 dalam kemenangan Spurs. Tim didikan pelatih Mauricio Pochettino sekarang menghuni di peringkat keempat dengan perolehan sebanyak 15 poin. Huddersfield masih tetap menghuni di posisi dasar klasemen dengan perolehan dua poin.

Masa Kelabu Bagi Manchester United

Satu pekan terakhir menjadi pekan yang tidak menyenangkan bagi Manchester United. Setan Merah tengah berada jauh dari kemenangan dan memperoleh sejumlah hasil negatif.
MU yang sebetulnya sempat memperoleh periode oke usai menorehkan tiga kemenangan secara beruntun pada seluruh ajang pertandingan yang dijalani. Romelu Lukaku dengan rekan setimnya secara beruntun menyingkirkan tim Burnley, Watford, dan Young Boys.
Setelah memperoleh tiga kemenangan secara beruntun, yang seluru kemenangan diperoleh pada kompetisi tandang, MU memiliki tekad untuk meraih kemenangan pada kompetisi selanjutnya ketika mereka jalani kompetisi menjamu Wolverhampton Wanderers. Lebihnya lagi MU sudah cukup lama tidak meraih kemenangan di Old Trafford usai singkirkan Leicester City pada pekan perdana.
Akan tetapi, MU malah tersandung. Melawan Wolves pada pekan keenam Liga Inggris, di Sabtu (22/9), MU berakhir dengan skor seri 1-1.
Tiga hari setelah itu, Selasa (25/9), MU memperoleh peluang kembali bangkit. Tim didikan Jose Mourinho tersebut melawan tim Divisi Championship, Derby County, pada babak ketiga ajang pertandingan Piala Liga Inggris.
Dengan sempat mengawali kompetisi dengan hasil oke setelah unggul cepat melalui torehan gol Juan Mata, MU setelah itu malah balik tertinggal 1-2. Gol torehan Marouane Fellaini pada masa injury time setelah itu memaksa kompetisi mesti diakhiri dengan adu penalti.
Gol Fellaini itu ternyata cuma berhasil menyelamatkan MU dalam waktu sementara. Pada babak adu penalti, MU mengalami kekalahan 7-8 dan terlempar dari ajang Piala Liga Inggris.
Yang gagal meraih kemenangan pada dua kompetisi beruntun, MU setelah itu mengusung misi bangkit ketika komptisi tandang ke kendang West Ham United pada pekan ketujuh Liga Inggris, di Sabtu (29/9/2018) malam WIB. Akan tetapi, nasib MU malah berakhir tragis.
Dengan menjalani kompetisi di London Stadium, MU telah kejebol ketika kompetisi baru berlansung lima menit dan sudah tertinggal 0-2 pada babak pertama. Walau sempat mengejar ketertinggalan, MU akhirnya mengalami kekalahan dengan perolehan skor 1-3.
Pekan MU kian memburuk dengan perdebatan antar Jose Mourinho dan Paul Pogba. Keduanya tampak tengah berdebat pada sebuah sesi latihan.
Akibat kekalahan ketika kontra West Ham, MU menjalani start terburuknya pada 29 tahun terakhir. Mereka baru berhasil memperoleh 10 poin dari tujuh kompetisi dan kini menghuni di posisi ke-10.

Gol Aleksandar Kolarov Masuk Dalam List Langka

Aleksandar Kolarov berhasil menorehkan satu gol ketika AS Roma berhasil kalahkan Lazio pada pertandingan laga Derby della Capitale. Melalui torehan golnya itu, Kolarov berhasil menorehkan sebuah catatan langka.
Roma yang berhasil menjadi sang pemenang pada kompetisi laga Derby della Capitale di pekan ketujuh ajang pertandingan Liga Italia. Pada kompetisi yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, pada hari Sabtu (29/9/2018) malam WIB, I Lupi berhasil membantai tim rivalnya dengan torehan skor 3-1.
Salah satu gol Roma dijebolkan oleh Kolarov. Pemain bek internasional Serbia tersebut menorehkan gol melalui sebuah tendangan bebas pada kompetisi menit ke-71 guna dalam mengembalikan keunggulan Roma.
Torehan gol tersebut, berhasil membuat Kolarov masuk ke list langka pemain yang pernah menorehkan gol kepada Lazio dan Roma pada kompetisi Derby della Capitale di ajang Serie A. Kolarov berhasil menjadi pemain kedua yang membuat catatan itu usai pemain Arne Selmosson.
Kolarov memang pernah membela Lazio di tahun 2007-2010. Dirinya menorehkan gol ke gawang Roma di bulan April 2009 dalam membantu Lazio meraih kemenangan perolehan skor 4-2.
“Hal tersebut terjadi di tahun 1958. Ini tidak selama 60 tahun,” papar Kolarov mengenai catatannya itu yang sebagaimana dilansir dari situs resmi klub.
“Saya kerap mencoba untuk melakukan yang terbaik. Saya mengetahui jika saya dapat menorehkan gol untuk Roma di derby dan saya merasa sangat gembira telah melakukannya.”
Ini menjadi kemenangan kedua yang ditorehkan Roma secara beruntun setelah sempat mengalami kekalahan pada tiga kompetisi secara beruntun. Roma pun berusaha mengembalikkan keadaan pada kedudukannya di klasemen dengan menghuni di posisi ke-enam dengan perolehan 11 poin.
“Kami seharusnya dapat kalahkan Bologna dan Chievo. Mungkin kami memerlukan kejutan singkat dan menyengat semacam itu supaya kami dapat kembali bangkit dan meraih kemenangan kontra Lazio,” ucap Kolarov.

Cristiano Ronaldo Akan Ikut Dalam Kompetisi vs MU

Dengan sanksi pemberikan kartu merah di kompetisi kontra Valencia, Cristiano Ronaldo memperoleh sanksi larangan bermain sebanyak satu kompetisi. Hal tersebut mengartikan Ronaldo dapat ikut serta dalam kompetisi kontra Manchester United.
Ronaldo yang dihadiahkan kartu merah ketika Juventus bertandang ke kandang Valencia pada kompetisi matchday 1 Grup H Liga Champions di tanggal 19 September kemarin. Pemain berkebangsaan Portugal tersebut memperoleh kartu merah langsung setelah diirnya terlibat dalam sebuah perdebatan dengan Jeison Murillo.
Pada hari Kamis (27/9/2018), UEFA memberikan pengumuman tentang keputusannya mengenai sanksi kepada Ronaldo. Ronaldo yang disanksilarangan bertanding pada satu kompetisi.
Hal tersebut mengartikan jika Ronaldo bakall menepis ketika Juventus melawan Young Boys di kandang sendiri pada matchday 2 pada 2 Oktober.
Dengan diberikan sanksi larangan bermain pada satu kompetisi, Ronaldo pun dapat melakoni kompetisi reuni dengan Manchester United. Setelah melawan Young Boys, Bianconeri bakal menjalani dua kompetisi beruntun kontra MU.
Ronaldo dengan Juventus bakal terlebih dahulu jalani kompetisi tandang ke Old Trafford di tanggal 23 Oktober. Mereka bakal secatra bergantian menjadi tuan rumah di matchday 4 pada 7 November.
Semenjak dirinya pergi dari Old Trafford di tahun 2009, Ronaldo telah bermain kontra MU sebanyak tiga kali. Dua di antara dari kompetisi itu dilangsungkan pada babak 16 besar Liga Champions 2012/2013 ketika Real Madrid berhadapan dengan MU.
Pada kali keduanya pertemuan itu, Ronaldo berhasil menorehkan gol pada masing-masing leg guna dalam membantu Madrid mengalahkan MU. Satu lagi kompetisi dilangsungkan di ajang Piala Super UEFA 2017 yang sebagaimana Ronaldo masuk menjadi pemain pengganti pada menit-menit akhir kompetisi.

Babak Pertama Chelsea vs Liverpool

Chelsea yang mengakiri babak pertama kompetisi melawan Liverpool pada posisi berhasil unggul 1-0. Eden Hazard berhasil membuat The Blues menjadi pemimpin di Stamford Bridge, pada pertandingan yang digelar di hari Sabtu (29/9/2018).
Jalannya Pertandingan
Kedua tim mengawali kompetisi dengan tempo tinggi. Liverpool yang berhasil memberikan sejumlah ancaman lewat pemain Mohamed Salah pada kompetisi menit kelima ketika merebut bola liar. Namun, sepakannya itu terlalu lemah dan mengarah ke arah Kepa Arrizabalaga.
Salah yang lagi-lagi memberikan ancaman pada selang waktu lima menit. Dengan meneruskan umpan dari Trent Alexander-Arnold, Salah berhasil melewati pemain Jorginho dan Kante dan mengirimkan tembakan. Usahanya itu masih melambung.
Chelsea memberikan respons pada pertandingan menit ke-22. Umpan panjang yang diberikan oleh David Luiz dilanjutkan Willian pada belakang garis pertahanan Liverpool. Namun, sepakannya itu dapat digagalkan Alisson Becker.
Berselang tiga menit, Chelsea berhasil meraih keunggulan. Dengan membangun serangan dengan mengesanan yang dikirim dari tengah, Mateo Kovacic mengirimkan Hazard pada sisi kiri dengan umpan terobosan. Hazard yang sangat tenang mengelabui Alisson melalui sepakan mendatar ke pojok kanan bawah gawang.
Liverpool memperoleh kesempatan pada pertandingan menit ke-32. Salah yang meneruskan umpan terobosan dan mengungguli Marcos Alonso. Striker Liverpool tersebut dapat mengelabui Kepa yang maju, namun sepakan kaki kanannya terlalu lemah dan akhirnya dihentikan Antonio Ruediger.
Hingga babak pertama berakhir, tidak ada torehkan gol lain yang berhasil disarangkan.

Niko Kovac: Lionel Messi Yang terbaik

Pelatih dari klub sepakbola Bayern Munchen Niko Kovac mengungkapkan jika Cristiano Ronaldo merupakan seorang pemain papan atas namun untuknya Lionel Messi tetap yang terbaik di dunia.
Ronaldo dan Messi memang telah lama memperoleh predikat yang menjadi pemain paling baik di dunia untuk sekarang ini. Tetapi demikian masih terdapat perdebatan berhubungan dengan siapa yang lebih baik dari kedua pemain top tersebut.
lantaran kedua pemain tersebut memang mempunyai kemampuan untuk mengantarkan skuad yang dibelanya iru mendapatkan gelar juara. Messi di Barcelona dan Ronaldo pada waktu masih berada di Real Madrid. Kedua pemain ini juga mempunyai koleksi trofi Ballon d’Or yang sama yaitu lima. Kovac yang kemudian dipertanyakan siapakah pemain terbaik di dunia untuk sekarang ini. Dan menurutnya Messi yang terbaik
“Tiap orang memang mempunyai selera yang masing-masing dan Anda akan mempunyai perdebatan dengan rasa,” papar Niko Kovac.
“dan yang pastinya, pemain yang menyerang memperoleh perhatian lantaran mereka yang berhasil membobol gol, membobol gol yang bagus dan hal tersebut merupakan momen yang tersisa dalam ingatan. Namun saya juga mempunyai harapan agar pemain lain yang tak ada didepan, yang masih memperlihatkan penampilan luar biasa untuk skuad atau negara mereka, memperoleh lebih banyak pengakuan.
“Saya harus mengungkapkan jika untuk saya Lionel Messi merupakan yang paling baik di dunia, yang demikian juga dengan beberapa tahun silam dan akan terus begitu pada masa yang akan datang,” sambungnya.
Walau begitu Niko Kovac juga memberikan pujian kepada Cristiano Ronaldo merupakan seorang pemain top. Dirinya juga mengatakan benar-benar terkesan dengan kerja keras pemain yang berasal dari Portugal tersebut dengan menjadikan dirinya pemain terbaik didunia dan tidak andalkan bakat semata.

Manchester United Harus Ingat Kenangan Pahit Lalu

Klub sepakbola Manchester United sekarang ini sedang bersiap untuk berhadapan dengan skuad yang berasal dari Swiss, Young Boys dalam laga pertama Grup H Liga Champions 2018/19. Dan pertandingan ini juga diperkirakan akan berjalan dengan sangat mudah untuk MU.
MU juga memang merupakan klub yang mempunyai kemampuan diatas Young Boys. Dan pada pertandingan ini juga merupakan pentandingan yang penting bagu MU agar mereka bisa menjaga kepercayaan diri tim. Sesudah mereka yang mendapatkan dua kekalahan beruntun di Premier League musim ini, MU harus bisa menjaga tren kemenangan dengan mengalahkan Young Boys.
Walaupun mempunyai kemampuan yang diatas Young Boys, Mourinho dan juga skuadnya ini diminta untuk tak meremehkan skuad Young Boys. Dan hal tersebut yang merupakan isi dari pesan yang disampaikan oleh Dimitar Berbatov, eks pemain MU.
Berbatov mengingatkan kembali skuad Manchester United yang dikalahkan oleh Midtjylland pada Liga Europa dua tahun lalu ketika mereka yang masih diasuh oleh Louis van Gaal. Beruntungnya MU masih berhasil untuk masuk sesudah mengembalikan keadaan di Old Trafford. Kesalahan ini sudah tidak dapat terulang ketika mereka berhadapan dengan Young Boys.
” Manchester United merupakan sebuah klub yang diungkapkan mempunyai kesempatan yang tinggi untuk menjuarai pertandingan ini namun ada baiknya jika mereka tidak remehkan Young Boys atau kita akan melihat kembali kekalahan mengecewakan 1-2 dari FC Midtjylland di 2015/16 Liga Europa,” papar Berbatov.
“memang ada kalanya raksasa sepak bola perlu dihajar. Saya kira mereka tak akan menerima kekalahan dan mereka memang mempunyai hal untuk menjadi favorit untuk menang namun pelajaran itu memang sangat wajib untuk diingat.”
“Kemenangan pertama dalam fase grup memang benar-benar penting, oleh karennya saya berharap jika mereka akan merasa pertandingan ini serius dan mendapatkan tiga poin untuk bangun kepercayaan diri untuk perjalanan mereka di Eropa,” tuntasnya.

Juventus Ingin Memboyong Kembali Paul Pogba

Bukanlah sebuah rahasia lagi kalau Juventus sangat berharap Paul Pogba kembali. Yang menjadi masalah, Bianconeri mesti melalui proses yang sulit agar dapat berkumpul lagi dengan Pogba. Akan tetapi, sejumlah media mengabarkan jika Juventus masih mempunyai kesempatan.
Juventus yang berkeinginan untuk memposisikan Cristiano Ronaldo dengan Pogba dalam satu tim. Hal tersebut yang menjadi alasan mereka sedang berusaha untuk kembali memboyong pemain yang mereka jual ke Manchester United di bursa transfer musim panas 2016 itu.
Keberadaan Ronaldo pastinya membuat Juventus mempunyai peluang untuk meraih kemenangan di kompetisi bergengsi pada musim 2018/2019. Hal tersebut yang menyebabkan Pogba berpikir untuk balik lagi ke Turin. Dan yang menjadi masalah, biaya transfer dari pemain berkebangsaan Prancis tersebut yang sangat tinggi akan menjadi halangan mereka.
Sebagaimana yang dilaporkan, walau berhasil memboyongnya dengan gratis, Juventus menjual Pogba ke Man.United dengan biaya transfer sebesar 105 juta euro. Pastinya, MU tidak mau merasa rugi kalau memang terpaksa untuk kembali melepas Pogba. Akan tetapi, terdapat satu cara yang dapat diambil Juventus dan memiliki kesempatan untuk menggoyahkan hati Jose Mourinho.
Cara itu ialah menempatkan Paulo Dybala ke dalam list bagian kesepakatan. Kalau Pogba berlabuh di Turin, Juventus mesti menjual Dybala ke Old Trafford. Kondisi yang tampak sekarang ini sudah mendukung hengkangnya Dybala dari Juventus.
Metode baru yang diberikan oleh manajer Massimiliano Allegri dengan berbarengan dengan kehadiran Ronaldo menyebabkan Dybala berada pada posisi tersudut. Sebagai bukti, baru satu kali pemain berkebangsaan Argentina tersebut diturunkan sebagai starter dari tiga kompetisi Serie A 2018/2019 yang dijalani.
Padahal, Dybala merupakan pemain yang mempunyai peranan besar pada beberapa tahun terakhir. Semenjak dirinya diboyong dari Palermo di musim panas 2015, dirinya telah menjebolkan 68 gol dan 25 assist dari 142 kompetisi yang dijalani.

Nacho Monreal Membahas Mengenai Perjanjian Dengan Arsenal

Nacho Monreal mengatakan jika sedang membahas mengenai kontrak baru bersama Arsenal. Pemain bek berpaspor Spanyol ini mengatakan sangat menikmati masa-masa ketika berada di Arsenal.
Pertandingan Monreal hanya tinggal satu tahun lagi, sampai dengan tanggal 30 Juni 2019 mendatang. Sekarang ini bek kiri itu sudah mencapai usia 32 tahun.
Dikarenakan dirinya yang sudah tidak lagi muda, Monreal masih menjadi pemain utama di sisi kiri Arsenal. Dari empat minggu yang telah dilewati Arsenal di ajang Premier League, dirinya cuma absen pada minggu pertama dan perform dengan full di tiga kompetisi selanjutnya.
Monreal yang bahkan telah menorehkan satu gol, ketika dirinya membantu skuadnya meraih kemenangan ketika kontra West Ham United pada minggu ketiga. Sekarang ini, perpanjangan kontrak sedang dibahas dengan bersama pihak klub.
“Sekarang ini kami tengah membicarakan masalah kontrak dengan klub. Saya yang sudah selalu mengatakan jika saya merasa sangat bahagia, dan sangat bersemangat bermain untuk Arsenal. Saya sampai di klub ini sudah enam tahun lamanya. Saya memiliki ikatan hubungan bagus dengan para rekan kerja lainnya,” ujarnya.
“Kami setiap harinya menjalin kontak, maka tidak perlu khawatir. Saya merasa gembira berada di sini. Itu merupakan hal yang sangat penting,” ujar Monreal.
Ketika pembicaraan mengenai kontrak baru, Monreal mengatakan harapannya agar terus bermain hingga umur 40 tahun. Sekarang ini dirinya mengatakan jika kondisi fisiknya sangat oke.
“Itu yang menjadi ide saya, itu yang saya mau. Kita bakal lihat apa yang akan terjadi, namun untuk sekarang ini saya berusia 32 tahun dan bakal menjadi 33 tahun pada tahun ini, akan tetapi saya merasa berada pada kondisi yang sangat oke,” lanjut Monreal.
“Ide saya ialah ikut bermain hinggal tubuh saya mengatakan ‘Nacho, maaf-maaf saja namun inilah yang menjadi akhirnya. Namun, saya rasa hal tersebut masih sangat jauh. Saya juga mengaharapkan hal yang sama. Anda tak tidak mengetahui sebab tubuh Anda, kadang-kala mulai dengan sejumlah masalah, sejumlah cedera, dan Anda tidak bisa lagi memberikan 100 persen.”
“Namun, untuk sekarang ini, saya merasa berada pada kondisi oke namun saya tidak memikirkan mengenai masalah pensiun,” tandasnya.

Diego Simeone Ingin Latih Inter Milan

Diego Simeone sekarang ini mengungkapkan pendapatnya mengenai isu tentang mengasuh klub, dirinya mengatakan jika ia memang berniat untuk mengasuh eks klubnya dulu, Inter Milan. Walau demikian dia masih belum ingin mengasuhnya pada waktu dekat ini.
Pada saat dirinya masih aktif menjadi seorang pemain, Diego Simeone memang mempunyai masa-masa yang indah dengan Nerazzurri. Walau dirinya hanya memperkuat dua musim (terhitung sejak 1997), tetapi pria yang berasal dari Argentina itu juga sempat memberikan trofi UEFA Cup di tahun 1998.
Dan waktu itu dirinya memang masih memegang status sebagai coach dari skuad Atletico Madrid dan sudah berjalan hingga tujuh tahun. Serangkaian gelar juga sudah berhasil dirinya dapatkan untuk skuad tersebut, dua diantaranya yakni gelar dari Liga Europa (tahun 2012 dan 2018).
“memang sangat jelas jurnalis Italia bertanya mengenai pertanyaan yang klasik tersebut,” papar Diego Simeone.
“Saya memang sering mengatakan jika suatu hari nanti saya juga pasti akan jadi coach dari skuad inter, saya memang sudah memikirkannya menjadi pilihan,” sambung dirinya.
Namun sekarang ini dirinya masih tak ingin ganggu apa yang tengah dibangun oleh Luciano Spalletti. Dan dirinya juga masih belum mempunyai niat untuk hengkang lantaran kontraknya yang masih berdurasi cukup panjang.
“Mereka memiliki seorang coach yang bagus, dan saya sekarang ini juga sedang jalani masa luar biasa di Atleti,” lanjut dirinya.
“hal tersebut memang akan terjadi bila memang terjadi. 2020 [akhir kontrak dirinya dengan Atletico] memang masih cukup lama. Masih terdapat dua tahun lagi,” tuntas Diego Simeone.