Niko Kovac: Lionel Messi Yang terbaik

Pelatih dari klub sepakbola Bayern Munchen Niko Kovac mengungkapkan jika Cristiano Ronaldo merupakan seorang pemain papan atas namun untuknya Lionel Messi tetap yang terbaik di dunia.
Ronaldo dan Messi memang telah lama memperoleh predikat yang menjadi pemain paling baik di dunia untuk sekarang ini. Tetapi demikian masih terdapat perdebatan berhubungan dengan siapa yang lebih baik dari kedua pemain top tersebut.
lantaran kedua pemain tersebut memang mempunyai kemampuan untuk mengantarkan skuad yang dibelanya iru mendapatkan gelar juara. Messi di Barcelona dan Ronaldo pada waktu masih berada di Real Madrid. Kedua pemain ini juga mempunyai koleksi trofi Ballon d’Or yang sama yaitu lima. Kovac yang kemudian dipertanyakan siapakah pemain terbaik di dunia untuk sekarang ini. Dan menurutnya Messi yang terbaik
“Tiap orang memang mempunyai selera yang masing-masing dan Anda akan mempunyai perdebatan dengan rasa,” papar Niko Kovac.
“dan yang pastinya, pemain yang menyerang memperoleh perhatian lantaran mereka yang berhasil membobol gol, membobol gol yang bagus dan hal tersebut merupakan momen yang tersisa dalam ingatan. Namun saya juga mempunyai harapan agar pemain lain yang tak ada didepan, yang masih memperlihatkan penampilan luar biasa untuk skuad atau negara mereka, memperoleh lebih banyak pengakuan.
“Saya harus mengungkapkan jika untuk saya Lionel Messi merupakan yang paling baik di dunia, yang demikian juga dengan beberapa tahun silam dan akan terus begitu pada masa yang akan datang,” sambungnya.
Walau begitu Niko Kovac juga memberikan pujian kepada Cristiano Ronaldo merupakan seorang pemain top. Dirinya juga mengatakan benar-benar terkesan dengan kerja keras pemain yang berasal dari Portugal tersebut dengan menjadikan dirinya pemain terbaik didunia dan tidak andalkan bakat semata.

Manchester United Harus Ingat Kenangan Pahit Lalu

Klub sepakbola Manchester United sekarang ini sedang bersiap untuk berhadapan dengan skuad yang berasal dari Swiss, Young Boys dalam laga pertama Grup H Liga Champions 2018/19. Dan pertandingan ini juga diperkirakan akan berjalan dengan sangat mudah untuk MU.
MU juga memang merupakan klub yang mempunyai kemampuan diatas Young Boys. Dan pada pertandingan ini juga merupakan pentandingan yang penting bagu MU agar mereka bisa menjaga kepercayaan diri tim. Sesudah mereka yang mendapatkan dua kekalahan beruntun di Premier League musim ini, MU harus bisa menjaga tren kemenangan dengan mengalahkan Young Boys.
Walaupun mempunyai kemampuan yang diatas Young Boys, Mourinho dan juga skuadnya ini diminta untuk tak meremehkan skuad Young Boys. Dan hal tersebut yang merupakan isi dari pesan yang disampaikan oleh Dimitar Berbatov, eks pemain MU.
Berbatov mengingatkan kembali skuad Manchester United yang dikalahkan oleh Midtjylland pada Liga Europa dua tahun lalu ketika mereka yang masih diasuh oleh Louis van Gaal. Beruntungnya MU masih berhasil untuk masuk sesudah mengembalikan keadaan di Old Trafford. Kesalahan ini sudah tidak dapat terulang ketika mereka berhadapan dengan Young Boys.
” Manchester United merupakan sebuah klub yang diungkapkan mempunyai kesempatan yang tinggi untuk menjuarai pertandingan ini namun ada baiknya jika mereka tidak remehkan Young Boys atau kita akan melihat kembali kekalahan mengecewakan 1-2 dari FC Midtjylland di 2015/16 Liga Europa,” papar Berbatov.
“memang ada kalanya raksasa sepak bola perlu dihajar. Saya kira mereka tak akan menerima kekalahan dan mereka memang mempunyai hal untuk menjadi favorit untuk menang namun pelajaran itu memang sangat wajib untuk diingat.”
“Kemenangan pertama dalam fase grup memang benar-benar penting, oleh karennya saya berharap jika mereka akan merasa pertandingan ini serius dan mendapatkan tiga poin untuk bangun kepercayaan diri untuk perjalanan mereka di Eropa,” tuntasnya.

Juventus Ingin Memboyong Kembali Paul Pogba

Bukanlah sebuah rahasia lagi kalau Juventus sangat berharap Paul Pogba kembali. Yang menjadi masalah, Bianconeri mesti melalui proses yang sulit agar dapat berkumpul lagi dengan Pogba. Akan tetapi, sejumlah media mengabarkan jika Juventus masih mempunyai kesempatan.
Juventus yang berkeinginan untuk memposisikan Cristiano Ronaldo dengan Pogba dalam satu tim. Hal tersebut yang menjadi alasan mereka sedang berusaha untuk kembali memboyong pemain yang mereka jual ke Manchester United di bursa transfer musim panas 2016 itu.
Keberadaan Ronaldo pastinya membuat Juventus mempunyai peluang untuk meraih kemenangan di kompetisi bergengsi pada musim 2018/2019. Hal tersebut yang menyebabkan Pogba berpikir untuk balik lagi ke Turin. Dan yang menjadi masalah, biaya transfer dari pemain berkebangsaan Prancis tersebut yang sangat tinggi akan menjadi halangan mereka.
Sebagaimana yang dilaporkan, walau berhasil memboyongnya dengan gratis, Juventus menjual Pogba ke Man.United dengan biaya transfer sebesar 105 juta euro. Pastinya, MU tidak mau merasa rugi kalau memang terpaksa untuk kembali melepas Pogba. Akan tetapi, terdapat satu cara yang dapat diambil Juventus dan memiliki kesempatan untuk menggoyahkan hati Jose Mourinho.
Cara itu ialah menempatkan Paulo Dybala ke dalam list bagian kesepakatan. Kalau Pogba berlabuh di Turin, Juventus mesti menjual Dybala ke Old Trafford. Kondisi yang tampak sekarang ini sudah mendukung hengkangnya Dybala dari Juventus.
Metode baru yang diberikan oleh manajer Massimiliano Allegri dengan berbarengan dengan kehadiran Ronaldo menyebabkan Dybala berada pada posisi tersudut. Sebagai bukti, baru satu kali pemain berkebangsaan Argentina tersebut diturunkan sebagai starter dari tiga kompetisi Serie A 2018/2019 yang dijalani.
Padahal, Dybala merupakan pemain yang mempunyai peranan besar pada beberapa tahun terakhir. Semenjak dirinya diboyong dari Palermo di musim panas 2015, dirinya telah menjebolkan 68 gol dan 25 assist dari 142 kompetisi yang dijalani.

Nacho Monreal Membahas Mengenai Perjanjian Dengan Arsenal

Nacho Monreal mengatakan jika sedang membahas mengenai kontrak baru bersama Arsenal. Pemain bek berpaspor Spanyol ini mengatakan sangat menikmati masa-masa ketika berada di Arsenal.
Pertandingan Monreal hanya tinggal satu tahun lagi, sampai dengan tanggal 30 Juni 2019 mendatang. Sekarang ini bek kiri itu sudah mencapai usia 32 tahun.
Dikarenakan dirinya yang sudah tidak lagi muda, Monreal masih menjadi pemain utama di sisi kiri Arsenal. Dari empat minggu yang telah dilewati Arsenal di ajang Premier League, dirinya cuma absen pada minggu pertama dan perform dengan full di tiga kompetisi selanjutnya.
Monreal yang bahkan telah menorehkan satu gol, ketika dirinya membantu skuadnya meraih kemenangan ketika kontra West Ham United pada minggu ketiga. Sekarang ini, perpanjangan kontrak sedang dibahas dengan bersama pihak klub.
“Sekarang ini kami tengah membicarakan masalah kontrak dengan klub. Saya yang sudah selalu mengatakan jika saya merasa sangat bahagia, dan sangat bersemangat bermain untuk Arsenal. Saya sampai di klub ini sudah enam tahun lamanya. Saya memiliki ikatan hubungan bagus dengan para rekan kerja lainnya,” ujarnya.
“Kami setiap harinya menjalin kontak, maka tidak perlu khawatir. Saya merasa gembira berada di sini. Itu merupakan hal yang sangat penting,” ujar Monreal.
Ketika pembicaraan mengenai kontrak baru, Monreal mengatakan harapannya agar terus bermain hingga umur 40 tahun. Sekarang ini dirinya mengatakan jika kondisi fisiknya sangat oke.
“Itu yang menjadi ide saya, itu yang saya mau. Kita bakal lihat apa yang akan terjadi, namun untuk sekarang ini saya berusia 32 tahun dan bakal menjadi 33 tahun pada tahun ini, akan tetapi saya merasa berada pada kondisi yang sangat oke,” lanjut Monreal.
“Ide saya ialah ikut bermain hinggal tubuh saya mengatakan ‘Nacho, maaf-maaf saja namun inilah yang menjadi akhirnya. Namun, saya rasa hal tersebut masih sangat jauh. Saya juga mengaharapkan hal yang sama. Anda tak tidak mengetahui sebab tubuh Anda, kadang-kala mulai dengan sejumlah masalah, sejumlah cedera, dan Anda tidak bisa lagi memberikan 100 persen.”
“Namun, untuk sekarang ini, saya merasa berada pada kondisi oke namun saya tidak memikirkan mengenai masalah pensiun,” tandasnya.

Diego Simeone Ingin Latih Inter Milan

Diego Simeone sekarang ini mengungkapkan pendapatnya mengenai isu tentang mengasuh klub, dirinya mengatakan jika ia memang berniat untuk mengasuh eks klubnya dulu, Inter Milan. Walau demikian dia masih belum ingin mengasuhnya pada waktu dekat ini.
Pada saat dirinya masih aktif menjadi seorang pemain, Diego Simeone memang mempunyai masa-masa yang indah dengan Nerazzurri. Walau dirinya hanya memperkuat dua musim (terhitung sejak 1997), tetapi pria yang berasal dari Argentina itu juga sempat memberikan trofi UEFA Cup di tahun 1998.
Dan waktu itu dirinya memang masih memegang status sebagai coach dari skuad Atletico Madrid dan sudah berjalan hingga tujuh tahun. Serangkaian gelar juga sudah berhasil dirinya dapatkan untuk skuad tersebut, dua diantaranya yakni gelar dari Liga Europa (tahun 2012 dan 2018).
“memang sangat jelas jurnalis Italia bertanya mengenai pertanyaan yang klasik tersebut,” papar Diego Simeone.
“Saya memang sering mengatakan jika suatu hari nanti saya juga pasti akan jadi coach dari skuad inter, saya memang sudah memikirkannya menjadi pilihan,” sambung dirinya.
Namun sekarang ini dirinya masih tak ingin ganggu apa yang tengah dibangun oleh Luciano Spalletti. Dan dirinya juga masih belum mempunyai niat untuk hengkang lantaran kontraknya yang masih berdurasi cukup panjang.
“Mereka memiliki seorang coach yang bagus, dan saya sekarang ini juga sedang jalani masa luar biasa di Atleti,” lanjut dirinya.
“hal tersebut memang akan terjadi bila memang terjadi. 2020 [akhir kontrak dirinya dengan Atletico] memang masih cukup lama. Masih terdapat dua tahun lagi,” tuntas Diego Simeone.

Liverpool Takkan Lepaskan Simon Mignolet

Liverpool Takkan Lepaskan Simon MignoletLiverpool diberitakan bakal berjuang untuk tak membiarkan Simon Mignolet hengkang. The Reds bakal menjadikan Mignolet sebagai pelapis dari Alisson Becker usai Loris Karius meninggalkan klub.

Simon Mignolet sebagai pihak yang merasa tak senang dengan yang diputuskan oleh pihak manajemen itu. Sebelumnya, dirinya masih merasa bingung sebab Liverpool membiarkan Karius hengkang dari tim.

“Saya sebetulnya takt ahu menahu dengan apa yang tengah terjadi saat ini. Loris Karius merupakan penjaga gawang utama di musim kemarin dan saya ialah penjaga gawang kedua. Namun, malah Karius yang dibiarkan pergi oleh klub sebab adanya kehadiran penjaga gawang yang baru,” papar Mignolet.

“Sikap saya sudah terlihat dengan jelas, saya menginginkan untuk bisa turun ke lapangan dan jal tersebut tak mungkin bisa saya peroleh jika berada di klub ini. Maka dari itu, kenapa Karius diberikan izin hengkang dari tim sementara saya tidak diberikan izin,” ungkap Mignolet.

Usai perginya Karius ke Besiktas, Liverpool cuma mempunyai dua penjaga gawang senior, yakni kipper Alisson Becker dan juga kipper Simon Mignolet. Kondisi itu menyebabkan Liverpool mustahil untuk melepas Mignolet sebab bursa transfer di ajang Premier League telah resmi ditutup, oleh sebab itu The Reds tidak dapat memboyong penjaga gawang pengganti lagi.

Situasi itu jadi sangat tak enak untuk Mignolet. Padahal, Mignolet sempat dirumorkan diincar oleh beberapa klub, di antaranya ialah Napoli dan Fulham.

Batas waktu dari bursa transfer Liga Eropa yang bakal jatuh pada akhir bulan Agustus sudah dekat. Hal itu menyebabkan Mignolet bakal tetap bertahan di Liverpool, yang minimal akan sampai bulan Januari 2019 mendatang.

Thiago Alcantara Tolak Tawaran Real Madrid

Thiago Alcantara Tolak Tawaran Real MadridKlub sepabola Real Madrid diberitakan mempunyai niat untuk memboyong pemain anyar yang bernama Thiago Alcantara namun sekarang ini rencana yang mereka jalankan ini kelihatannya tak akan berhasil. Klub yang dibela oleh sang gelandang anyar ini diberitakan tidak menerima tawaran yang madrid untuk membeli gelandang mereka.

Julen Lopetegui mempunyai rencana untuk perkuat barisan lini tengah dengan menambah pasukan baru pada klubnya itu. Dirinya merasa jika Luka Modric dan Toni Kroos memang memerlukan pelapis yang sepadan dan kemudian dia pun berusaha untuk beli gelandang top pada sisa bursa transfer ini.

Dan terdapat satu daftar pemain anyar yang diberitakan sangat diinginkan oleh Lopetegui yakni Thiago Alcantara. Pemain dari klub Munchen itu juga dinilai mempunyai kemampuan yang luar biasa sehingga membuat dia akan mempersembahkan tambahan kualitas di lini tengah El Real.

Bayern Munchen tidak menerima tawaran yang diberikan untuk Thiago dikarenakan mereka merasa jika tawaran tersebut tidak sepadan dengan kemampuan dari gelandangnya itu. Madrid telah memberikan tawaran perdana kepada Thiago. mereka memberikan penawaran yang mencapai 40 juta Euro untuk sang gelandang.

Tetapi dari skuad Bayern ini ingin melepas pemainnya jika penawaran mencapai 60 juta euro. Dan karenanya mereka putuskan tolak tawaran perdana yang diajukan oleh Madrid itu. Tetapi Bayern Munchen tak tutup untuk tidak melepas Thiago. Mereka masih persilahkan Real Madrid untuk kembali ajukan tawaran lagi untuk sang pemain.

Pihak Munchen sendiri untuk sekarang ini juga tetapkan status Thiago Alcantara menjadi pemain yang tak dipakai lagi. Dan oleh karenanya mereka sudah siap untuk lepas sang gelandang pada musim panas ini. Munchen juga telah memboyong gelandang baru dan tak memerlukan jasa Thiago lagi.

Laga perdana Leicester City di premier league tanpa Harry Maguire dan Jamie Vardy

Laga perdana Leicester City di premier league tanpa Harry Maguire dan Jamie VardyClaude Puel sebagai pelatih Leicester City atau biasa di sebut The Foxes oleh pendukung nya, mengakui bahwa dia ragu menurunkan pemainya yaitu Harry Maguire dan Jamie Vardy, untuk laga pertamanya di Premier League kontra Manchester United, Sabtu (11/8/2018). Puel mengaku akan melihat kondisi dan perkembangan dua pemain itu terlebih dahulu.

Jamie Vardy yang berusia 31 tahun dan Harry Maguire berusia 25 tahun turut terlibat dalam perjuangan timnas Inggris di Piala Dunia 2018, yang mencapai semifinal melawan Kroasia dimana inggris harus menerima kekalahan dengan skor 2-1. Hingga saat ini, dua pemain itu pun masih menjalani masa liburannya dan belum sempat bergabung dengan skuat The Foxes tersebut
Dan hasilnya pun, mereka juga tidak bisa ikut serta dalam persiapan tim jelang pembukaan musim 2018/2019. Padahal, jasa Maguire dan Vardy pastinya sangat amat dibutuhkan saat menghadapi pasukan The Red Devils.

“Bila kami serius, saya pikir mereka tidak bisa berpartisipasi di pertandingan pertama, dengan berlatih selama lima hari bersama tim. Normalnya, mereka butuh waktu lebih. Tetapi kami akan melihat bersama dengan tenang,” ujar Puel seperti yang dikutip dari Sports Mole, Jumat (3/8/2018).
“Kami tidak membuat pemain ini terburu-buru. Setelah Piala Dunia, sangat penting bagi mereka kembali dan hidup bersama tim agar bisa menemukan atmosfer klub dan skuat,” imbuh dia.
Puel menganggap kedua pemain yang telah berjasa dalam timnas Inggris tersebut sebagai sosok penting juga bagi The Foxes. Tetapi, dia juga ingin melindungi para pemainnya dari bahaya cedera yang mungkin saja bisa terjadi.

“Tentu saja Jamie dan Harry adalah pemain yang berharga bagi kami, tetapi kami harus melindungi mereka,” sambungnya.
Laga perdana Leicester City di premier league tanpa Harry Maguire dan Jamie Vardy
“Bila mereka siap untuk bermain di benaknya, itu adalah hal yang bagus. Tetapi kami harus mengambil keputusan melindungi dari cedera,” pungkasnya.
Sebelum The Foxes memulai perjalanan di Premier League kontra Manchester United, Leicester masih harus menjalani satu pertandingan uji coba lagi melawan klub Prancis, Lille, Sabtu (4/8/2018).

Keseriusan Timnas China Taipei U-23 menghadapi Asian Games 2018

Keseriusan Timnas China Taipei U-23 menghadapi Asian Games 2018Kabar mengejutkan datang dari Timnas China Taipei U-23 yang ternyata sangat serius mempersiapkan diri mereka sebelum bertanding di Asian Games 2018 yang di selenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2018. Salah satu pesaing Timnas Indonesia U-23 di penyisihan Grup A itu melakukan latihan sekaligus uji coba di Niigata, Jepang.
Kabar ini justru dirilis Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) melalui situs resmi mereka, Selasa (7/8/2018).
Timnas China Taipei U-23 melakukan TC selama 10 hari sejak 19-29 Juli 2018 di Niigata Sacred Cup Sports Center dan Alvillage, Jepang. Tujuan utama mereka untuk memperkuat tim sebelum Asian Games 2018 di mulai.
Ada beberapa aktivitas yang dilakukan Chen Yi Zheng dkk. selama berada di Niigata. JFA menginformasikan, mereka belajar tentang materi di dalam dan luar lapangan.
Di sela latihan rutin, Timnas Taipei U-23 telah melakukan dua uji coba. Uji coba pertama dilakukan pada tanggal 24 Juli 2018, mereka kalah dengan skor 2-1 dari tim Japan Soccer College. Sehari berselang, mereka harus mengalami kekalahan utnuk kedua kalinya, kali ini dari tim sepak bola Niigata Medical and Welfare University dengan skor 4-0.
Fasilitas modern dan lingkungan yang nyaman disana, membuat timnas yang dua kali meraih medali emas Asian Games pada edisi 1954 dan 1958 ini menjalani TC dengan baik.
Mereka bisa menggelar latihan recovery dengan berenang di hotel serta berenang di pantai. Pada waktu senggang yang ditentukan, pemain juga disebut bisa berjalan-jalan di pusat perbelanjaan yang ada di kota itu sebagai bagian dari refreshing di sela rutinitas latihan Timnas Taipei U-23.
Dengan alasan itu yang membuat Asosiasi Sepak Bola China Taipei (CTFA) memilih negara Jepang menjadi lokasi TC.
“Semula kami berencana memperkuat tim di negara lain, tapi secara mendadak kami mengubah tujuan kami menjadi ke Jepang karena level dan lingkungan sepak bola Jepang merupakan yang teratas di Asia. Hal lain, karena adanya kemiripan dalam hal kehidupan keseharian di Jepang dan China Taipei,” ujar Direktur Timnas China Taipei, Peng Matsu.
“Lingkungan latihan di Jepang sangat modern dan berkelas, kami sangat senang TC di sini dan bahkan terbebas dari cedera berat. Kami ingin memperlihatkan hasil latihan di Jepang saat Asian Games mendatang,” lanjut Peng Matsu.
Timnas China Taipei U-23 akan menjalani laga pertama di penyisihan Asian Games 2018 melawan Palestina di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 10 Agustus 2018.

Luka Modric tidak akan di jual oleh Real Madrid

Luka Modric tidak akan di jual oleh Real Madrid

Sang pelatih Real Madrid yaitu Julen Lopetegui memberikan klarifikasi bahwa soal rumor tentang kepergian Luka Modric, yang di lirik oleh Inter Milan. Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan bahwa sang pemain tidak akan dijual dan akan tetap tinggal di Santiago Bernabeu.

Modric, yang musim lalu telah mengantar Los Blancos menjadi juara di Liga Champions, mendadak di beritakan bahwa akan hengkang dirinya. Dan Inter Milan lah yang melirik lalu berniat mendatangkannya.

Madrid yang dalam perjanjian masih mengontrak Modric sampai 2020, menegaskan tidak ingin melepas pemain tersebut dari tim Los Blancos. Presiden Real Madrid yaitu Florentino Perez telah menantang bagi klub yang berminat untuk membayar klausulnya sebesar 750 juta euro atau Rp 12,6 triliun.
Luka Modric sendiri pun belum bergabung latihan dengan Los Blancos. Ia masih menikmati liburannya usai membawa Kroasia menjadi runner up Piala Dunia 2018 di Rusia.

Presiden Real Madrid pun kemudian mengomentari spekulasi sang pemain. Ia menilai apa yang dikatakan Perez sudah jelas, bahwa Modric tidak akan dijual Los Blancos ke klub manapun. Dan dia mengklaim bahwa pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut bahagia berseragam Los Blancos.

“Saya pikir presiden sudah mengatakannya, saya tidak berpikir ada banyak hal yang bisa ditambahkan. Dia mengatakannya dengan singkat dan jelas. Luka Modric adalah pemain yang luar biasa dan kami menunggunya dengan tangan terbuka,” kata Lopetegui seperti dilansir Sportskeeda.
“Saya berbicara dengan Modric setelah Piala Dunia hebatnya. Kami akan melihatnya ketika kami kembali pada 8 Agustus dan kami akan melihat apakah dia bisa dimainkan pada tanggal 15 di pertandingan kunci pertama kami (Piala Super Eropa).”

“Apa yang saya katakan padanya pada akhirnya pendapat pribadi, tetapi apa yang saya rasakan adalah saya senang menyaksikannya bermain dan saya senang memilikinya dan akhirnya saya pikir dia akan sangat senang berada di tim. Dia adalah pemain kami. Kami bisa menikmati melihatnya bermain dan kami akan terus menikmatinya,” jelasnya.