Nasib Liverpool Diserahkan Kepada Juergen Klopp

Liverpool yang sampai saat ini masih menunggu gelar Premier League pertama mereka. dengan pengalaman yang dimiliki oleh pelatih Juergen Klopp memiliki kemungkinan jika Liverpool akan mengakhir paceklik gelar tersebut.
Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut sebelumnya berhasil meraih keberhasilan besar dengan tim Borussia Dortmund. Klopp yang melatih Die Borussen dan merusak perolehan gelar Bayern Munich dengan berhasil meraih Bundesliga dua musim secara berturut-turut di musim 2010/11 dan 2011/12.
Semenjak dilatih oleh Klopp dari bulan Oktober 2015, Liverpool sudah tampak terdapat perkembangan yang signifikan yang dimana belum juga memperoleh trofi juara. Gaya bermain the Reds atraktif dan berhasil masuk ke empat besar pada dua musim terakhir.
Di musim 2017/18 akan menjadi musim yang cukup luar biasa untuk Liverpool. Si Merah bahkan sudah maju menembus sampai final Liga Champions, yang merupakan kali pertama semenjak menjadi runner-up di tahun 2007.
Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold mengatakan jka dirinya akui skuadnya masih belum sempurna. Hasil imbang 0-0 kontra Manchester City merupakan bukti jika the Kop masih belum meraih kemenangan pada empat kompetisi terakhir. Walau demikian, Klopp diyakini memegang kunci pada perjuangan Liverpool mengakhiri puasa gelarnya.
“Masih terdapat sejumlah ruang yang dapat dikembangkan. Kami yang bukan termasuk dalam tim yang sempurna. Kami masih kejebol sejumlah gol dan hal tersebt ialah sesuatu yang kami usahakan untuk dihentikan. Tantangan itu kian susah dengan seiring berjalannya musim. Oleh sebab itu kami mencoba untuk terus berkembang,” ujarnya.
“Kami yang mengetahui bagaimana rasanya menjalani kompetisi di laga penuh tekanan, sebab kami sudah merasakan hal tersebut pada musim kemarin di Liga Champions,” papar Alexander-Arnold.
“Pelatih kami memiliki banyak pengalaman dalam berhadapan dengan kondisi semacam ituketika dirinya masih melatih Borussia Dortmund. Maka dirinya mengetahui cara yang oke untuk memenangi titel. Dirinya kerap memberikan kami masukan yang sempurna agar dapat meraih kemenangan, sebab cuma itu yang penting,” sambung dia.

Mengenai Laju Manchester Unitef, Michael Carrick Ikut Berkomentar

Michael Carrick akhirnya mengomentari mengenai masalahnya tentang depresi yang sempat dialaminya sebagai seoang pemain sepakbola. Kekalahan yan dialami ketika melawan Barcelona pada babak Liga Champions 2008/2009 sangat memberikan pukulan terhadapnya.
Manchester United yang mengalami kekalahan tanpa balasan gol 0-2 melawan Barcelona pada pertandingan babak final di Olimpico, Roma yang pada bulan Mei 2009 lalu. Carrick yang ketika itu turun sebagai starter pada posisi sebagai lini tengah MU dan melihat penampialn skuadnya mengalami kejebolan oleh pemain Samuel Eto’o pada menit ke-10 dan Lionel Messi pada menit ke-70.
Bukan kekalahan tersebut yang seakan-akan menyebabkan saja merasa depresi Carrick. Ketika itu menjalani kompetiis dengan sebagai jangkar, sebuah tandukan yang tidak akurat dari Carrick berakhir dengan penguasaan bola bagi Barcelona yang meruopakan gol pembuka.
Kesalahan tersebut memberikan pukulan terhadapanya Carrick. Bahkan depresinya baru mulai turun pada menit 2011, pada saat mereka meraih kemennagan pada partai perempatfinal Liga Champions melawna Chelsea. Tidak hanya yang tahu mengenai masalah ini, dan juga terdapat hal yang kami butuhkan pada maslaah persoalan ini, masalah yang lain tak jauh dari rekannya.
“Hal tersebut ialah sebuah titik terendah pada masa karier saya dan saya tidak mengetahui. Saya berpikir saya telah membiarkan diri saya merasa terpuruk pada kompetisi terbesar di masa karier saya. Saya telah berhasil meraih kemenangan di ajang Liga Champions pada tahun sebelumnya, namun hal tersebut dan tidak relevan,” papar Carrick.
“Saya merasa semacam tengah depresi. Saya sungguh-sungguh sudah benar terpuruk. Saya mengenai ketika itu tu membayangkan jika inilah depresi. Saya yang melukiskannya menjadi sebagai depresi sebab itu bukanlah sesuatu yang dapat terlepas dari begitu saja. Saya yang juga tidak pernah merasa tak enak atau merasa buruk setelah beberapa laga, tapi lantas Anda melaluinya dalam beberapa hari kemudian.”
“Namun, hal yang ini saya sungguh-sungguh tidak dapat disingkirkan. Hal tersebut ialah sebuah perasaaan yang aneh. Saya yang sduah menghukum diri saya sendiri di atas gol tersebut. Saya terus bertanya mengapa saya bisa melakukannya?’ akan tetapi menjadi bola salju. Usai itu sat tahun berlangsung dengan berat. Itu tetap muncul pada waktu yang sudah lama,” papar pria yang sekarang menjadi sang Asisten Manajer Jose Mourinho di MU ini.

Manchester City Juara di Premier League 2017/2018

Manchester City berhasil meraih kejuaraan Premier League 2017/2018 kemarin dengan perolehan catatan yang sangat menakjubkan dan berhasil torehkan penuh rekor. Pada musim ini, analisis mengenai memperlihatkan Manchester City dapat melampaui itu.
Manchester City pada musim kemarin merupakan juara Premier League dengan peorlehan sebanyak 100 poin yang menjadi rekor. The Citizens berhasil meraih 32 kemenangan pada selama 38 pekan dan cuma sebanyak dua kali kalah.
Sergio Aguero dengan rekan setimnya menorehkan sebanyak 106 gol dan hanya kejebol 27 kali. Masing-masing ialah sebuah jumlah gol paling banyak dan jumlah kejebol yang paling sedikit pada satu musim. Namun yang menarik, pada musim ini terdapat potensi Manchester City melampaui hal tersebut, yang sebagaimana di srtategi Gracenote.
Manchester City telah perform dengan oke pada delapan kompetisi pertama pada musim ini dibanding dengan pada periode yang serupa pada musim kemarin. Sang peraih juara bertahan kali ini memiliki satu poin lebih baik yang berakhir dengan 20 dibanding sebanyak 19 dan berhasil ciptakan 20 persen kesmepatan lebih banyak.
Manchester City juga sukses menorehkan ssebanyak 20 percobaan per kompetisi pada musim ini, sedangkan pada musim kemarin cuma 17 per kompetisi. Padahal musim ini Manchester City telah mesti ditinggal oleh Kevin de Bruyne, yang merupakan sang motor permainan, semenjak pekan kedua sebab alami cedera.
Manchester City memiliki potensi mendapatkan gol lebih besar pada musim ini. Pada delapan minggu pertamanya, total gol yang dapat diprediksi dari manchester City ialah 21,5, naik dari angka 17,5 pada periode yang serupa pada musim kemarin.
Pada lini pertahanan, Manchester City pada musim ini memberikan kesempatan kepada tim rival 19% lebih banyak. Walau berbagi peluang untuk menciptkana sejumlah kesempatan itu menjadi gol-gol menurun 32% yang berselih pada musim kemarin.
City yang saaat ini telah berhasil menorehkan sebanyak 21 gol, yang merupakan paling banyak diantara pada tim-tim lain. Mereka juga mesti kejebol tiga gol, yang mana bersama Liverpool menjadi tim dengan pertahanan terbaik sementara ini.

Laju Buruk Jose Mourinho Dengan Manchester United

Jose Mourinho tengah menjadi pusat perhatian akan laju buruk yang dialami Manchester United pada musim ini. Akan tetapi, bagi Wayne Rooney, para pemain tim juga memiliki tanggung jawab.
Start Manchester United pada ajang pertandingan Liga Inggris 2018/2019 yang sangat tak memuaskan. Sebanyak delapan kompetisi yang telah dilakoni, Setan Merah baru meraih kemenangan dengan sebanyak empat kali, yang hasil seri satu kali, serta mengalami kekalahan sebanyak tiga kali.
Dengan mengantongi sebanyak 13 poin, Manchester United tertahan pada posisi ke-delapan. Mereka yang berselisih sebanyak tujuh poin dari Manchester City yang berada di posisi teratas.
Dengan laju buruk yang dialami Manchester Unitef itu menyebabkan Mourinho mendapatkan sejumlah kritikan pedas. Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut bahkan tengah dirumorkan mengenai masalah pemecatan.
Rooney, yang sekarang ini berkarier di Amerika Serikat dengan tim DC United, dengan menilai Mourinho cuma menjadi kambing hitam dengan penampilan buruk dari para pemain Manchester United. Menurut eks kapten MU tersebut, Paul Pogba dengan rekan setimnya juga mesti menaikkan level performanya.
“Pelatih hanya melakukan banyak hal, namun setelah itu semuanya bergantung terhadap para pemain ketika di atas lapangan. Mungkin saja dilihat secara kolektif ini ialah akumulasi, namun Jose ialah sasaran yang gampang,” papar Rooney.
“Ini ialah kondisi yang susah. Bagi para pemain dan pelatih, ini ialah sebuah start yang berat. Saya mengetahui Jose banyak memperoleh komentar, namun para pesepakbola mesti menghadapinya dengan berani. Mereka mesti dapat diandalkan dan mesti menjadi lebih baik.”
Kondisi yang sedang dialami Mourinho dengan Manchester United sekarang ini mengingatkan kembali Rooney pada jaman Louis van Gaal. Ketika itu Rooney juga meminta kepada para pesepakbolanya Manchester United untuk memperbaiki penampilannya.
“Saya katakan hal yang serupa pada saat Louis van Gaal berada di sana. Dirinya yang mendapatkan sejumlah kritikan namun di balik layar, saya mengatakan kepada para pemain jika kami mesti lebih baik,” ujar Rooney.
“Secara pribadi saya rasa dirinya mengurus kami dengan sempurna, namun kami tak memberikan hasil ketika bermain di atas lapangan. Maka saya percaya saat itu dikatakan di balik layar,” katanya.

Akhirnya MU Berhasil Meraih Kemenangan

Manchester United yang berhasil bangkit kembali dari laju buruk mereka ketika berhadapan dengan tim Newcastle United pada pertandingan yang berakhir kemenangan milik MU 3-2. Namun, perolehan hasil itu dikatakan tidak semestinya menutupi masalah yang tengah dialami oleh Manchester United.
United yang melawan Newcastle di pertandingan hari Sabtu (6/10/2018) dan mengawali pertadningan dengan berjalan buruk. Baru saja berjalan selama 10 menit, gawang Setan Merah sudah kejebol dua kali.
Tim didikan dari Jose Mourinho tersebut baru dapat kembali bangkit pada babak kedua, pada menit terakhir ke-20. Juan Mata berhasil menjebol gawang rival pada menit ke-70 dan memberikan nilai kepada MU.
Anthony Martial berhasil menyetarakan kedudukan pada menit ke-76, yang dengan berhasil mendongkrak semangat MU pada 15 menit terakhir. Hingga akhirnya Alexis Sanchez dapat memaksimalkannya untuk menentukan kemenangan MU pada menit ke-90.
Kemenangan yang mengesankan ini mengakhiri rangkaian dari hasil buruk yang dilakoni MU pada empat kompetisi secara berturut-turut sebelumnya. MU yang mengalami dua kali seri dan alami kekalahan dua kali, salah satu dari kekalahan tersebut ketika dikalahkan oleh tim Derby County pada ajang Piala Liga Inggris melalui adu penalti.
Mengalami empat kompetisi tanpa kemenangan tersebut juga yang sempat menyebabkan sentimen mengenai isu pemecatan Mourinho. Sebelumnya Mourinho telah menjadi pusat perhatian dengan kekalahan ketika melawan Brighton and Hove Albion dan Tottenham Hotspur pada minggu kedua dan ketiga.
Mengenai masalah yang kian rumit pada saat Mourinho diberitakan berselisih dengan Paul Pogba, yang dikatakan masih terus berlanjut sampai sekarang.
Eks pemain Norwich City, Blackburn Rovers, serta Chelsea Chris Sutton beranggapan jika kemenangan melawan Newcastle seharusnya tidak menutupi masalah yang selama ini dialami MU. Sutton, yang sebelumnya meminta Mourinho untuk berhenti bersikap negatif, juga beranggapan jika pria asal Portugal tersebut bukanlah orang yang tepat untuk mengantarkan MU untuk maju.
“Mourinho bukan orang yang cocok untuk mengantarkan Manchester United maju dan 15 menit pada pertandingan tersebut sebenarnya tak menutupi masalahnya yang cuma semacam itu saja dan juga caranya bersikap pada musim ini. Ini yang sudah menjadi sangat menakutkan,” papar pemilik satu gelar Premier League ini.

Juventus Sukses Dapat Triogol Dari Dybala

Klub sepakbola Juventus sekarang ini sukses untuk mempertahankan laju positif mereka dalam Liga Champions 2018/19. Berhadapan dengan klub sepakbola Young Boys dalam matchday kedua Grup H, Juve berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor akhir 3-0. Ketiga gol yang didapatkan oleh Juve ini juga dibobol Paulo Dybala, yang berhasil jalani malam terindah dikarier professional dia dalam dunia sepakbola.
Dybala merupakan pemain Juve yang keempat yang sukses membobol hattrick alias trigol dalam Liga Champions. Sebelum ini juga ada Pippo Inzaghi, Del Piero dan juga Arturo Vidal. Trigol Dybala berhasil membobol gawang Young Boys.
Gol-gol Dybala yang datang pada menit ke-5, 33, dan 69. Dybala mengungkapkan jika dirinya benar-benar merasa bahagia lantaran ini merupakan trigol pertama dirinya dalam Liga Champions, yang memang terasa akan lebih spesial lantaran hal ini juga terjadi di Turin, didepan supporter Juventus.
Filippo Inzaghi dua kali berhasil mencatat dirinya sukses membobol trigol pada waktu dirinya menggunakan jersey bianconeri. Pertama, pada saat skuad Juve berhasil kalahkan Dinamo Kiev (4-1 dalam perempat final Liga Champions, Maret 1998. Dan yang kedua pada waktu Juve bermain seri dengan skor 4-4 vs Hamburg SV dalam fase grup, September 2000.
Alessandro Del Piero membobol trigol pada waktu Juve sukses kalahkan AS Monaco dengan skor akhir 4-1 dalam semifinal Liga Champions, April 1998. Legenda skuad Juve ini juga sukses membobol banyak hattrick dalam laga Serie A.
Arturo Vidal memang akan mungkin menjadi pemain terakhir yang tidak terduga sukses membobol tiga gol. Dirinya menjalankan dalam fase grup Liga Champions vs FC Copenhagen, Novamber 2013 silam. Juventus berhasil menciptakan skor 3-1 pada saat itu.

Vincent Kompany Puji Manchester City

Pemain senior dari klub sepakbola Manchester City, Vincent Kompany sekarang ini mengungkapkan pujiannya dan memberikan semangat ke rekan satu timnya pada saat mereka mendapatkan keberhasilan dengan skor tipis 2-1 pada saat laga berhadapan dengan Hoffenheim dalam matchday kedua Grup F Liga Champions 2018/19.
Man City dikejutkan dengan gol cepat yang berhasil didapatkan oleh skuad Hoffenheim dari gol yang berhasil dibobol oleh Ishak Befodil pada waktu laga masih belum berjalan satu menit. Klub sepakbola Man City juga langsung merespons dan berupaya untuk melancarkan serangan demi serangan sampai Sergio Aguero sukses samakan kedudukan pada menit ke-7.
Sesudah mereka mendapatkan skor imbang, pertandingan juga terlihat sulit untuk Man City. Hoffenheim bertahan dengan baik. Gol kemenangan yang didapatkan oleh Man City baru datang pada menit ke-87 dari gol yang dipersembahkan oleh David Silva. Perjuangan klub sepakbola Man City terbayar lunas pada akhir pertandingan.
Dan Vincent Kompany mengungkapkan jika pertandingan Liga Champions memang selalu sulit. Tidak terdapat skuad lemah ataupun skuad yang kuat, tiap skuadk memang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh keberhasilan. Oleh karenanya dirinya juga merasa bahagia lantaran skuad Man City berhasil untuk memperlihatkan penampilan yang lebih baik dan mendapatkan kemenangan.
“Kami tidak akan merasa lebih bahagia lagi dengan penampilan dan juga hasil kami. Ini merupakan keberhasilan yang benar-benar luar biasa lantaran semua laga tandang di Liga Champions selalu sulit untuk bisa memperoleh tiga poin,” papar Vincent Kompany.
“Ini merupakan sebuah pertandingan kandang yang sulit dengan berhadapan dengan skuad tim yang terorganisasi dengan baik, mempunyai kemampuan fisik yang sangat luar biasa dan juga sukses untuk memperlihatkan penampilan disiplin dengan taktik yang mereka jalankan.”

CSKA Moscow Sukses Kalahkan Madrid

Klub sepakbola Madrid mendapatkan kekalahan yang ketiga musim 2018/19 ini pada saat berhadapan dengan CSKA Moscow dengan skor akhir 0-1 dalam matchday kedua Grup G Liga Champions 2018/19. Dan gol dari CSKA datang pada menit kedua dari aksi Nikola Vlasic yang berhasil meruntuhkan barisan pertahanan skuat Madrid.
Kekalahan ini juga memperbanyak catatan buruk yang didapatkan oleh Los Blancos. Pada tiga laga terakhir, Madrid sulit untuk bisa menang, bahkan klub Madrid juga sudah gagal untuk membobol gol. Pertama dengan takluk dalam tangan Sevilla 0-3, seri dengan skor 0-0 melawan Atletico Madrid, dan sekarang ini harus kalah dari CSKA Moscow 0-1.
Keadaan ini juga mengungkapkan jika Madrid tengah masuk ke dalam kondisi krisis, nama dari Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane juga memang mulai disuarakan kembali. Tetapi, pelatih anyar skuad Madrid, Julen Lopetegui meminta agar para pendukung Madrid bisa dalam keadaan tenang.
Lopetegui mengungkapkan jika skuadnya memang berjuang sebaik mungkin dan ada kalanya kondisi dalam lapangan dan hasil akhir laga memang tak akan sama. Kekalahan yang mereka dapatkan atas CSKA Moscow bukan berarti Madrid memperlihatkan penampilan yang buruk, sama dengan pada waktu mereka sukses kalahkan Roma, Madrid tidak tampil dengan bagus.
“Sepuluh hari yang lalu kami sukses kalahkan Roma [3-0] dan kami tidak memperlihatkan penampilan yang sempurna. Sekarang ini, [vs CSKA Moscow] kami tidak terlalu buruk,” papar Lopetegui.
“terdapat sederet keadaan dalam dunia sepakbola yang harus kami putar kembali. Hari ini memang bukanlah laga yang mudah, namun kami juga harus memikirkan mengenai Alaves.”

Real Madrid Lemah tanpa Ronaldo

Klub sepakbola Real Madrid sekarang ini mau tidak mau harus telah kekalahan menyakitkan dalam matchday kedua Grup G Liga Champions 2018/19. Menjalani laga ke markas CSKA Moscow, Madrid harus kalah dengan skor tipis yakni 0-1. CSKA juga berhasil memperlihatkan penampilan yang jauh lebih baik didepan fansnya sendiri.
Kekalahan ini juga menabmbah penampilan buruk yang dicatatkan oleh Los Blancos. Pada tiga pertandingan terakhir, Madrid memang terlihat sulit untuk mendapatkan kemenangan, bahkan klub Madrid ini gagal untuk membobol gol. Dimulai dari kekalahan vs Sevilla 0-3), seri 0-0 vs Atletico Madrid dan sekarang ini harus kalah dari CSKA Moscow 0-1.
Catatan buruk yang mereka dapatkan itu tidak akan pernah terjadi pada saat pemain top dunia Cristiano Ronaldo masih memperkuat skuad Real Madrid. Dan sekarang ini, Madrid memang sedang berupaya untuk menatap babak baru tanpa adanya mesin gol mereka, Julen Lopetegui sekarang ini sedang dihadapkan dengan tugas berat.
Dan yang terakhir kali skuad Madrid menjalani tiga laga dengan tanpa membobol gol terjadi pada musim 2006/07 dalam musim kedua Fabio Capello. Dan yan tak terbayangkan ini walaupun begitu Madrid tetap sukses mendapatkan juara La Liga.
Pada musim tersebut juga dimulai dengan buruk dan tanpa adanya bobolan gol dari Madrid juga dimulai dari kalah dengan skor 0-3 dari Recreativo Huelva di 20 Desember, laga terakhir dalam tahun kalender itu. Dan kemudian, awal tahun 2007 memang sudah berjalan lebih buruk untuk Madrid yang takluk 0-2 dari Deportivo. Tanpa adanya gol mereka juga diakhiri dengan skor 0-0 dengan Real Betis.
Kekalahan dengan skor 0-1 dari CSKA Moscow itu juga adalah laga pertama dari 29 laga terakhir dimana Real Madrid gagal untuk membobol gol. Terakhir kali pemain Luka Modric dkk. gagal untuk membobol gol pada waktu mereka mendapatkan hasil seri 0-0 vs Manchester City di musim Madrid mendapatkan trofi kesebelas Liga Champions

Paulo Dybala Sukses Buat hattrick

Paulo Dybala sukses membukukan namanya dalam sejarah dari klub sepakbola Juventus pada waktu dirinya membobol hattrick alias trigol ke gawang Young Boys (3-0) dalam matchday kedua Grup H Liga Champions 2018/19. Ketiga gol yang berhasil didapatkan oleh Juve ini juga dibobol Dybala pada menit ke-5, 33 dan 69.
Dybala mengungkapkan jika dirinya benar-benar merasa bahagia lantaran ini merupakan trigol pertama dirinya dalam Liga Champions. Ia juga sukses masuk sebagai pemain keempat Juventus yang sukses membobol hattrick alias trigol di Liga Champions. Sebelum ini juga terdapat nama yang seperti Pippo Inzaghi, Del Piero dan Arturo Vidal.
Walau begitu Paulo Dybala mengungkapkan jika laga yang mereka jalani ini tak mudah. Ia mengungkapkan jika tidak ada pertandingan yang mudah dalam Liga Champions, Juve juga harus bersusah payah agar mereka bisa menaklukan Young Boys. Skor 3-0 tak memperlihatkan perjuangan keras dari para pemain Juve di lapangan.
Menurut Dybala, sampai dengan sekarang ini musim 2018/19 berjalan dengan baik untuk dia dan skuadnya. Ia sukses mempertahankan stabilitas dari gol bila kita bandingkan dengan penampilannya pada musim silam. Dybala juga sangat berharap akan dapat terus memperoleh peluang untuk bermain dan membobol gol untuk mengantarkan Juventus mendapatkan kesuksesan dalam sisa musim ini.
“Dan sudah pasti seorang pemain sepakbola memang selalu ingin bisa untuk turun dalam laga. Di musim lalu saya memang kebalikan dari ini (dari musim ini), saya sudah berhasil memulai dengan banyak gol dan juga sedikit kehilangan arah,” ungkap Paulo Dybala.
“Tak menerima peluang untuk main juga telah membuat saya terus bekerja keras dan kembali untuk menjadi terbaik dari saya, oleh karenanya saya mengambil keuntungan sepenuhnya dari hal tersebut.”